Refleksi Kegiatan Mengajar di Sanggar Merah Merdeka Oleh Mahasiswa UKP

Salam sejahtera bagi kita semua. Kami dari kelompok mahasiswa Universitas Kristen Petra ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah diizinkan untuk melaksanakan
kegiatan pengabdian dan berbagi ilmu bersama adik-adik (siswa SMA) di Sanggar Merah Merdeka. Kami
sangat bersyukur atas bimbingan Pak Rowi yang komunikatif dan memfasilitasi kami selama proses ini berlangsung.Pengalaman mengajar di Sanggar Merah Merdeka memberikan kesan yang mendalam bagi
kami. Sebagai mahasiswa, ini adalah tantangan tersendiri untuk mentransfer ilmu teknis kepada siswa
SMA agar mudah dipahami dan bermanfaat bagi masa depan mereka.

Kegiatan kami dimulai pada Sabtu, 8 November 2025, dengan materi mengenai Pengenalan Artificial Intelligence (AI). Jujur, di pertemuan pertama ini kami membawa sedikit keluh kesah. Saat pertama kali masuk kelas, kami merasa atmosfernya cukup dingin. Kami merasa adik-adik siswa SMA kurang welcome dan antusiasme mereka tidak seperti yang kami bayangkan. Awalnya kami bingung,, namun setelah kami coba refleksikan, ternyata ketidaknyamanan itu muncul karena adanya kesalahpahaman. Adik-adik menganggap kami, para pengajar dari universitas, terlalu kaku, tidak komunikatif, dan kurang ramah. Hal ini menciptakan jarak yang membuat proses belajar hari pertama terasa sedikit canggung. Menyadari hal tersebut, kami segera melakukan evaluasi. Kami membaca dan merenungkan setiap masukan yang diberikan oleh para siswa melalui Google Form yang telah kami bagikan. Kritik dan saran mereka menjadi tamparan positif bagi kami untuk mengubah pendekatan.

Perubahan itu kami terapkan pada pertemuan kedua, Sabtu, 15 November 2025, saat membawakan materi Excel Basic. Berbekal saran dari Google Form, kami berusaha tampil lebih cair, lebih banyak tersenyum, dan mengubah gaya bahasa menjadi lebih santai layaknya teman diskusi, bukan dosen yang kaku. Hasilnya luar biasa, suasana kelas menjadi jauh lebih hidup. Interaksi dua arah mulai terbangun, dan materi dasar Excel bisa diterima dengan baik tanpa rasa tegang.

Puncaknya adalah pada pertemuan terakhir, Jumat, 21 November 2025, dengan materi Excel Advanced. Meskipun materinya cukup rumit dan teknis, kami melihat perubahan drastis dari pertemuan pertama. Adik-adik sangat antusias mencoba rumus-rumus yang kompleks. Rasa canggung yang ada di awal pertemuan sepenuhnya hilang, berganti dengan diskusi yang seru dan produktif. Kami sangat bahagia karena usaha kami untuk memperbaiki cara komunikasi ternyata dihargai dan membuahkan hasil.

Di akhir sesi, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama dan berpamitan. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa mengajar bukan hanya soal seberapa pintar kami menguasai materi Excel atau AI, tetapi seberapa mampu kami membuka diri, mendengarkan masukan, dan membangun koneksi emosional dengan peserta didik. Sekali lagi, terima kasih Pak Rowi dan teman-teman Sanggar Merah Merdeka atas pelajaran berharga ini. Pengalaman ini mengajarkan kami arti kesabaran dan pentingnya komunikasi yang hangat.

Dokumentasi setelah kegiatan

Image 1 of 6

Hormat kami,
Mahasiswa Universitas Kristen Petra
– Jazlyn Liman
– Liman Christian
– Matthew Kingdom
– Stephanie Gabriella
– Raphael Abdel
– Xavio Emanuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *