Edukasi Sehat Sejak Dini: Mahasiswa Gizi Gelar Aksi “Jaga Diri, Jaga Lingkungan” untuk Cegah Stunting

SURABAYA – Sebagai langkah nyata dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran sanitasi, mahasiswa Program Studi Gizi menyelenggarakan kegiatan edukasi Turun Lapangan (Turlap) bertajuk “Jaga Diri, Jaga Lingkungan” baru-baru ini. Kegiatan ini menyasar anak-anak usia sekolah sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga.

Dengan mengusung jargon “3B Anak Hebat: Bersih, Bergizi, dan Bijak Memilah Jajan”, acara ini dikemas secara interaktif. Tidak hanya penyampaian materi secara satu arah, anak-anak diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas edukatif yang menarik.

Edukasi Stunting Lewat Visual
Dalam salah satu sesi, para mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pentingnya gizi seimbang menggunakan media poster yang atraktif. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman sederhana tentang apa itu stunting dan bagaimana cara mencegahnya melalui pemilihan asupan makanan yang tepat dan menjaga lingkungan.

“Kami ingin adik-adik di sini paham bahwa menjadi anak hebat itu dimulai dari apa yang mereka makan. Bijak memilih jajanan di sekolah adalah salah satu kuncinya, serta kebersihan sebagai faktor pendukungnya” ujar salah satu koordinator lapangan dalam keterangannya.

Aksi Nyata Jaga Lingkungan
Selain fokus pada nutrisi, kegiatan ini juga menekankan pada aspek kesehatan lingkungan. Para peserta diajak mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar serta melakukan simulasi memilah sampah. Hal ini didasari atas pemahaman bahwa status gizi yang baik tidak akan maksimal tanpa didukung oleh lingkungan yang bersih dan sehat.

Antusiasme terlihat jelas saat sesi praktik lapangan, di mana anak-anak bersama mahasiswa melakukan pembersihan area sekitar dan membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

Harapan Masa Depan
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan pesan-pesan kesehatan yang disampaikan dapat melekat dan menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat setempat. Edukasi sejak dini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi masa depan yang bebas stunting dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi apresiasi bagi anak-anak yang aktif selama kegiatan dan foto bersama sebagai dokumentasi keberhasilan program pengabdian ini.

Mahasiswi prodi Gizi semester 4 Uinsa: Nur Syamsina Aulia, kak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *