Membuat Kesepakatan Belajar Bersama

 

Urun rembug anak-anak SMM Unit Lebak untuk membuat kesepakatan belajar Rabu 1 April 2026 merupakan langkah awal yang penting sebelum kegiatan belajar dimulai. Pertemuan ini bukan sekadar menyampaikan aturan, melainkan ruang dialog antara fasilitator dan anak-anak untuk bersama-sama menyepakati bagaimana proses belajar akan berjalan dengan nyaman, menyenangkan, dan saling menghargai.
Dalam rapat yang di pandu oleh putri selaku ketua fasilitator remaja, anak-anak usia SD diajak untuk menyampaikan pendapat mereka tentang suasana belajar yang mereka inginkan. Fasilitator memancing diskusi dengan pertanyaan apakah anak-anak senang kalau sanggar nya bersih, duduk dengan tenang saat belajar, menyimak dengan baik kakak-kakanya dan tidak ada bullying?
Lalu dari dialog itu muncullah kesepakatan mencakup : Menjaga kebersihan sanggar, mematuhi perintah dari kakak pengajar, tidak menggangu teman dan ramai sendiri saat belajar, ketika belajar tidak boleh makan, tidak boleh membully teman, tidak boleh mengambil barang teman tanpa izin, tidak boleh main sendiri saat belajar, dan tidak boleh berbicara kotor serta berani bertanya ketika tidak paham. Karena aturan ini lahir dari suara mereka sendiri, anak-anak cenderung lebih mudah memahami dan menjalankannya dengan penuh kesadaran, bukan karena paksaan.
Fasilitator berperan sebagai pendamping yang menuliskan setiap usulan, merangkumnya, lalu membacakannya kembali untuk disetujui bersama. Kesepakatan tersebut kemudian ditulis dan ditempel di sanggar sebagai pengingat bersama.
Musyawarah membuat aturan belajar juga menjadi momen membangun kedekatan emosional antara fasilitator dan anak-anak. Anak merasa didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam proses yang menyangkut diri mereka. Dari sinilah tumbuh rasa memiliki terhadap ruang belajar dan tanggung jawab untuk menjaga suasana yang telah disepakati.


Melalui dialog bersama ini, proses belajar tidak lagi hanya tentang materi, tetapi tentang membangun budaya belajar yang sehat, partisipatif, dan penuh rasa hormat. Kesepakatan yang dibuat bersama menjadi fondasi kuat bagi terciptanya lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi semua. Oleh Mahrawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *