Pada saat malam hari jam setengah 8 malam saya mendarat di warung kopi Mihrob dan warung kopi tersebut ternyata milik dari orang tua Mihrob salah satu anak yang belajar di Sanggar Merah Merdeka di Jalan Tales, saya memesan segelas es marimas cincau untuk mengisi kehausan sambil melihat sosmed dan menikmati suasana di tempat tersebut saya sempatkan berbincang santai dengan pemilik warkop Mihrob kebetulan waktu itu Ibu Mihrob yang sedang menyajikan minuman pesanan saya, sambil bercerita Ibu Mihrob tampak terlihat senang dengan adanya sanggar, apalagi anaknya mau ikut kegiatan belajar di sanggar atas keinginan sendiri, walaupun udah lewat 3 tahun Ibunya menyuruh anaknya ikut. Beliau bercerita bahwa ada perubahan dari anaknya setelah mengikut sanggar dia sekarang bisa bangun pagi, biasanya dia ribut dengan Ibu saat membangunkannya untuk sekolah dan sekarang dia mau mengantarkan adik-adiknya ke sekolah dulunya tidak mau mengantar, kata Ibu Mihrob.
Tidak hanya itu, ada salah satu dari Bapak-bapak yang ada di tongkrongan warkop tersebut juga antusias mendengar cerita dari Ibu Mihrob kemudian berkata kepada saya “beruntung mas ada sanggar dan tepat ada di kampung sini, karna kebanyakan orang orang sini pedagang jadi sore menjelang malam kita istirahat mas karna jam 2 paginya kita ke pasar untuk kulak’an berjualan lagi dan kita belum sempat buat waktu untuk menyiapkan belajar anak-anak pada materi selanjutnya di sekolah atau mendampingi mengerjakan PR-nya dan tidak semua orang tua di sini bisa mengerjakan PRnya anak-anak”. Orang tua anak-anak sanggar terbantu adanya sanggar untuk bimbingan belajar dan berproses kegiatan lainnya
Saya sangat senang mendengar ada perubahan dari Mihrob yg diceritakan oleh Ibunya untuk belajar dan berproses bersama dengan anak-anak di sanggar dan salah satu Bapak juga senang kalau ada sanggar di Kampung Tales tersebut banyak membantu belajar dan kegiatan lainnya dari anak-anak di Kampung Tales.(Frisco).


