Selama mengikuti kegiatan Batch 2 Kelompok 35 di Sanggar Merah Merdeka (SMM) Unit Lebak Kenjeran, kami, mahasiswi PGPAUD Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mendapatkan pengalaman berharga dalam mendampingi proses belajar anak-anak. Dalam tiga kali pertemuan, kami tidak hanya belajar bagaimana menyampaikan materi, tetapi juga memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan, karakter, dan kebutuhan belajar yang berbeda.

Belajar Bersama
Pada pertemuan pertama, kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing kelas. Kelas Bibit belajar menebalkan kalimat, berhitung, serta mencocokkan berbagai bentuk. Sementara itu, Kelas Akar berlatih penjumlahan dan pengurangan menggunakan papan tulis sebelum melanjutkan latihan melalui buku.
Di Kelas Tunas dan Melati, kegiatan diawali dengan menghafalkan perkalian sebelum masuk ke materi utama. Sedangkan Kelas Dahlia mempelajari keliling dan luas bangun datar melalui penjelasan tutor yang dilanjutkan dengan latihan soal. Dari pertemuan pertama, kami melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti pembelajaran. Dengan pendampingan yang sesuai, mereka mampu mengikuti kegiatan dan menyelesaikan tugas dengan baik.
Ketika Belajar Menjadi Lebih Menyenangkan
Pada pertemuan kedua, suasana pembelajaran terasa semakin menyenangkan. Kegiatan diawali dengan ice breaking dan lagu yang membuat anak-anak lebih siap mengikuti proses belajar. Kami juga mencoba menggunakan media pembelajaran yang lebih kreatif agar materi yang diberikan tidak terasa monoton.
Berbagai kegiatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelas. Anak-anak belajar berhitung, mengerjakan pengurangan menggunakan media Rambut Matematika, berlatih penjumlahan bersusun, hingga mempelajari satuan panjang baku. Beberapa anak juga mulai belajar mengenai luas dan keliling lingkaran.
Melalui pengalaman tersebut, kami menyadari bahwa cara menyampaikan materi memiliki pengaruh besar terhadap keterlibatan anak dalam pembelajaran. Ketika kegiatan dikemas dengan cara yang menarik, anak-anak terlihat lebih aktif, fokus, dan percaya diri untuk mencoba. Bagi kami sebagai calon pendidik anak usia dini, pengalaman ini menjadi pembelajaran penting bahwa proses belajar tidak hanya tentang materi, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan suasana yang membuat anak merasa nyaman untuk belajar.
Melihat Perkembangan Anak dari Pertemuan ke Pertemuan
Pada pertemuan ketiga, kami mulai melihat perkembangan positif dari anak-anak yang kami dampingi. Mereka terlihat semakin mandiri dalam mengerjakan tugas dan lebih berani menjawab pertanyaan maupun menyampaikan hasil pekerjaannya.
Kegiatan pembelajaran kembali disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kelas. Anak-anak belajar mengenal warna melalui kegiatan menempel, mengerjakan penjumlahan puluhan, menghitung satuan kilogram, menyelesaikan soal mengenai satuan panjang, hingga mempelajari modus, median, dan diagram.
Perkembangan kecil yang terlihat dalam setiap pertemuan memberikan kesan tersendiri bagi kami. Anak yang sebelumnya masih ragu untuk menjawab mulai berani mencoba. Anak yang membutuhkan banyak pendampingan mulai menunjukkan kemandirian. Dari sana, kami belajar bahwa setiap proses membutuhkan waktu dan setiap kemajuan, sekecil apa pun, layak untuk diapresiasi.
Belajar Mengajar, Sekaligus Belajar Memahami
Tiga kali pertemuan di SMM Lebak Kenjeran memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar kegiatan volunteer. Kami mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan mengajar dan berkomunikasi secara langsung dengan anak-anak dalam suasana belajar yang nyata.
Kami juga belajar bahwa menjadi pendamping belajar membutuhkan kesabaran, kreativitas, kerja sama, dan kemampuan untuk beradaptasi. Metode yang berhasil digunakan pada satu anak belum tentu memberikan hasil yang sama pada anak lainnya. Karena itu, mengenali karakter dan kebutuhan peserta didik menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan.
Bagi kami, pengalaman di SMM Lebak menjadi ruang untuk belajar bersama. Kami datang untuk mendampingi anak-anak belajar, tetapi pada akhirnya kami juga pulang dengan banyak pelajaran tentang kesabaran, kepedulian, kerja sama, dan arti penting memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensinya.
Kegiatan Batch 2 Kelompok 35 menjadi salah satu pengalaman yang berkesan bagi kami sebagai mahasiswi PGPAUD UNESA. Tiga pertemuan mungkin terasa singkat, tetapi interaksi bersama anak-anak telah memberikan banyak cerita dan pembelajaran yang akan kami bawa dalam perjalanan menjadi pendidik di masa mendatang.(Ditulis oleh Andina, Nisa, Nadia, dan Fauziah mahasiswi PGPAUD UNESA. Disunting oleh OC).
