Program “Little Fire Heroes: Shoot, Build, and Learn” merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa Mata Kuliah Pendidikan Inklusif Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Kegiatan ini diawali dengan proses observasi selama tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan program pada hari keempat. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal anak secara lebih dekat sekaligus memahami karakteristik dan kebutuhan mereka dalam proses belajar.

Little Fire Heroes: Shoot, Build, and Learn
Selama masa observasi, mahasiswa melakukan pengamatan dan berinteraksi secara langsung dengan anak-anak. Dari proses tersebut, berbagai informasi mengenai kemampuan, minat, karakter, serta perkembangan anak dapat diketahui. Hasil observasi kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak.
Ketika program dilaksanakan, anak-anak menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas yang telah disiapkan dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk kegiatan akademik yang formal. Pembelajaran yang dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakter anak dapat mendorong mereka untuk lebih aktif terlibat.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan juga menghadirkan sejumlah tantangan. Setiap anak memiliki kemampuan, tingkat konsentrasi, serta rasa percaya diri yang berbeda. Perbedaan tersebut membuat mahasiswa perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dan pendekatan selama kegiatan berlangsung. Situasi ini sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar menjadi lebih sabar, fleksibel, dan peka terhadap kebutuhan setiap anak.
Program ini memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif. Sementara itu, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam melakukan observasi, merancang kegiatan, berinteraksi dengan anak, serta mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
Lebih dari sekadar pelaksanaan tugas perkuliahan, “Little Fire Heroes: Shoot, Build, and Learn” memberikan pemahaman bahwa pendidikan inklusif membutuhkan perhatian terhadap keunikan setiap peserta didik. Setiap anak memiliki cara belajar, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga lingkungan belajar perlu dibangun agar dapat memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman yang bermakna. Melalui interaksi secara langsung dengan anak-anak, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga belajar mengenai kepedulian, kesabaran, tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman serta mendukung perkembangan setiap anak.
