Pendidikan Sexsualitas Pada Anak-Anak

Perkembangan teknologi memaksa anak-anak mengakses internet untuk mencari informasi termasuk tentang sexsualitas. Anak-anak usia 8-12 tahun hampir semua mempunyai gawai. Jika orang tua dan sekolah tak memberikan pendidikan pada anak tentang sexsualitas sejak dini maka mereka akan terjerumus dalam hal yang tidak diinginkan.

Maka penting bagi orang tua, lingkungan dan sekolah memberikan penjelasan yang utuh tentang fungsi anggota tubuh sesuai usianya. Anak-anak usia 8-9 tahun biasanya sudah mulai mendengar tentang hal-hal seksual dari teman-temannya. Orang tua sudah harus menjelaskan tentang hubungan antara pria dan wanita, misalkan tentang bertemunya sel sperma dan sel telur.

Pada usia 10-11 tahun, anak-anak sudah masuk masa puberitas. Perubahan pada tubuh mulai dirasakan oleh anak seperti tumbuh jakun, payudara, rambut, dan lainnya. Orangtua sudah mulai bisa menjelaskan tentang menstruasi pada anak perempuan atau mimpi basah pada anak laki-laki.

Pada usia 12 tahun ke atas, anak sudah mulai paham tentang interaksi antara lawan jenis dan ada beberapa dari anak-anak yang sudah mulai berpacaran. Tentunya kontrol orangtua harus semakin ketat. Setiap perubahan yang dirasakan oleh anak sebaiknya selalu didiskusikan bersama sehingga anak tidak mencari tahu dari media atau orang lain.

Maka, sebagai bagian dari memberikan edukasi tentang sexsualitas pada anak-anak Tales, Jagir, usia 8-12 tahun, sanggar menghadirkan dosen psikologi Universitas Widya Mandala Surabaya Eli Prasetyo, M. Psi dan Dicky Susilo M. Psi pada tanggal 8 november lalu. Anak-anak dibagi dua kelompok yakni kelompok laki-laki dan perempuan.

Baik Eli Prasetyo maupun Dicky Susilo menjelaskan tentang puberitas. Mereka sekaligus menjelaskan fungsi dari setiap bagian tubuh dan bagaimana menjaganya.

Sukowi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.