Mahasiswa Nyaman Berkegiatan di Sanggar

Tak kenal maka tak sayang, begitulah kata-kata yang terungkap dari mahasiswa manajemen Universitas Wydia Mandala Surabaya yang mengadakan kegiatan di kampung Tales, Jagir, Surabaya. “Awalnya susah adaptasi dan mengajar anak, namun setelah berproses selama satu bulan dan diterima baik oleh anak2 dan warga, saya merasa ingin lebih lagi di Tales,” ujar Elis

“Saya kesan dari awal sampai akhir itu mendapat banyak pelajaran dari sanggar. Karena disamping bisa mengerti cara mengajar dan mendampingi anak anak, kami juga secara langsung bisa melihat bagaimana anak2 di lingkungan ekonomi yang kurang mampu untuk bertahan hidup,” imbuhnya.

Mahasiswa atau siapapun yang ingin mengadakan kegiatan di kampung wajib berinteraksi bersama anak2 dan warga minimal 3 kali perjumpaan sebelum melaksanakan tugas sekolah atau komunitas di kampung. Tujuannya supaya mengenal situasi dan kondisi serta akrab bersama anak-anak.

Sanggar dan warga sangat terbuka dengan siapapun, tak peduli agama dan sukunya apa, selama itu manusia dan masih bisa di ajak bicara maka akan diterima dengan baik.

Sukowi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.