Learning English Through Play: Cara Seru Belajar Bahasa Inggris di Villa Tristar Prigen

 

22–23 November 2025 | Sanggar Merah Merdeka (SMM)

Kegiatan Learning English Through Play kembali menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi para remaja Sanggar Merah Merdeka. Selama dua hari, para fasilitator dan peserta berkumpul di Villa Tristar Prigen untuk mengikuti rangkaian sesi yang menggabungkan permainan, kreativitas, dan pembelajaran bahasa Inggris yang aplikatif.

Hari Pertama

Sesi 1: Membangun Kosakata Lewat Permainan (Kak Elena)

Kegiatan dibuka dengan sesi bersama Kak Elena yang memperkenalkan kosakata dasar seperti verb, noun, adjective, dan adverb. Pembelajaran disampaikan melalui permainan kelompok yang membuat peserta aktif mengumpulkan dan mengklasifikasikan kata sebanyak mungkin. Metode ini membuat suasana belajar terasa ringan, penuh energi, dan mampu mendorong peserta lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris sejak awal.

Sesi 2: Latihan Kalimat Sehari-hari (Kak Maria)

Selanjutnya, Kak Maria memandu sesi tentang penggunaan simple present tense dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bercerita tentang aktivitas harian, peserta diajak memahami struktur kalimat secara kontekstual. Permainan Hangman menjadi momen paling seru, membuat peserta antusias menebak kata sekaligus memperkaya kosakata mereka. Suasana kelas terasa lebih hidup, dan peserta yang biasanya pemalu pun ikut terlibat.

Malam Hari: BBQ & Sharing Pengalaman

Usai belajar, seluruh peserta menikmati kegiatan BBQ malam. Momen ini menjadi ruang kebersamaan, tempat peserta, relawan, dan fasilitator bercanda, berbagi cerita, serta mengenang perjalanan mereka di SMM. Di bawah udara sejuk Prigen, kegiatan sharing menjadi bagian yang tak kalah penting membangun rasa kekeluargaan dan saling mendukung antar sesama.

Pagi Hari Kedua Peserta Jalan Kaki Keliling Kampung

Pada hari kedua, kegiatan dibuka dengan olahraga pagi. Para peserta dan fasilitator berjalan kaki mengelilingi kampung selama kurang lebih 30 menit. Selain menyegarkan tubuh, kegiatan ini membantu peserta saling mengenal lebih dalam melalui percakapan kecil sepanjang perjalanan, sekaligus menikmati suasana desa yang tenang dan asri.

Sesi 3: Proyek Kreatif & Presentasi Bahasa Inggris (Frater Alfon)

Pada pagi hari, Frater Alfon mengajak peserta membuat karya dari lego, kertas, dan kardus. Setiap kelompok diberi kebebasan berimajinasi ada yang membuat bangunan kebun binatang, rumah sanggaar, hingga objek unik lainnya. Setelah karya selesai, peserta mempresentasikan hasilnya menggunakan bahasa Inggris. Bagian ini menjadi tantangan tersendiri, karena peserta dituntut untuk menjelaskan ide, fungsi, dan proses pembuatan secara terstruktur. Selain melatih kemampuan berbicara, sesi ini mengasah kreativitas, kerja sama, dan keberanian peserta.

Belajar Lewat Pengalaman

Program Learning English Through Play menunjukkan bahwa belajar bahasa Inggris bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui permainan, proyek kreatif, dan interaksi hangat, remaja SMM belajar tanpa tekanan sekaligus mendapatkan pengalaman yang memperkaya diri.

Banyak remaja bercerita bahwa belajar bahasa Inggris di sanggar jauh lebih menyenangkan dibanding di sekolah. Di sanggar, mereka merasa aman, didampingi, dan tidak takut salah. Tidak ada teman yang mengejek, tidak ada tekanan berbeda dengan pengalaman mereka di sekolah, di mana beberapa peserta mengaku pernah dibully karena tidak bisa bahasa Inggris. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus diadakan secara rutin, karena benar-benar membantu memahami bahasa Inggris dengan cara yang mudah, seru, dan membuat mereka makin percaya diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *