Belajar Sepanjang Masa

Belajar adalah sesuatu yg membawa perubahan. Perubahan yg dimaksud bukan hanya tentang pengetahuan tapi juga tentang kecakapan, kebiasan, sikap, dan penyesuain diri. Oleh karena itu, mereka yg sudah belajar sanggup memecahkan kesulitan, mempunyai sikap dan perilaku yang baik serta bisa menghargai orang lain. Dan belajar tidak hanya bisa diperoleh dari bangku sekolah, membaca buku, mengajar tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Agar tak selau memperoleh ilmu dari membaca buku dan bangku perkuliahan, mahasiswa komunikasi Universitas Widya Mandala Surabaya terjun ke masyarakat dgn melakukan aktivitas pendampingan belajar dan bermain bersama anak-anak di kampung tales RW 10 Tales, Jagir, Surabaya.

Dalam aktivitas belajar mengajar dan berinteraksi bersama anak-anak, mereka belajar bagaimana tidak berkata2 kotor, seperti umpatan.

“Padahal saya sebelumnya sering berkata-kata “jancuk” seperti yg anak-anak sering katakan pada temannya. Tapi, dari proses pendampingan belajar itu, saya belajar menahan diri untuk tidak melakukan umpatan yg sama pada anak2 sekaligus juga menasehati anak2 utk tak melakukan hal2 buruk seperti umpatan,” ujar Osye.

“Begitu juga dengan Victo dan Ryan, mereka bejalar menghadapi anak2 dan menyesuaikan diri dengan mereka,” cetusnya.

Iya melalui media mengajar sesorang bisa belajar tidak hanya peserta didik yg belajar, guru/pendamping juga belajar.

Anak2 menurut mereka luar biasa karena menjadi diri sendiri dan nyaman dalam kehidupan yang serba keterbatasan baik dari segi ekonomi dan pendidikan. Mahasiswa merasa beruntung bisa kuliah dan punya rumah sendiri. Mereka berterimakasih pada warga Tales khususnya anak-anak bisa diberi ruang berinteraksi dan belajar. Bnyk nilai-nilai kehidupan yg mereka pelajari.

Selamat hari guru. Guru hebat Indonesia bermartabat. Mari mengajar dgn penuh cinta kasih dan tulus hati.

 

Sukowi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.