Refleksi Service Learning

Secara pribadi, saya merasa program service learning ini memberikan saya kesempatan untuk membuka mata saya lebih lebar tentang realita bangsa. Saya menjadi sadar bahwa banyak sekali masyarakat yang tidak bisa berkembang dan mengembangkan dirinya karena belum ada yang mengajari mereka, belum ada yang memberitahu kepada mereka apa yang benar.

 

Hal ini juga membuka mata saya sebagai seorang aktivis mahasiswa untuk menyadari bahwa disinilah peran mahasiswa. Mahasiswa adalah orang-orang yang masih memiliki semangat, waktu (belum tertuntut untuk mencari nafkah), dan ide-ide kreatif. Kamilah yang seharusnya lebih memperhatikan masyarakat kecil ini agar mereka tidak tertinggal.

 

Masih banyak anak yang tidak bisa bermain dengan baik karena tidak adanya fasilitas di daerah kampung untuk bermain. Kesenangan mereka hanyalah dari berjajan yang belum tentu juga sehat dan baik untuk mereka yang masih dalam masa pertumbuhan. Merekapun tidak bisa belajar di rumah sama seperti kita belajar di rumah karena adanya perbedaan kondisi rumah dan latar belakang pendidikan orang tua.

 

Banyak dari mereka yang masih tertinggal secara akademis jika membandingkan dengan umur mereka, contohnya sudah kelas 1 SD tetapi masih belum lancar menulis dan membaca. Ini baru berbicara soal akademis, belum hal-hal lain seperti kesadaran kebersihan, kesehatan, sosial, dll.

 

Hal ini membukakan mata saya terhadap realita kebutuhan masyarakat di sekitar saya. Saya pun juga salute akan apa yang teman-teman sanggar lakukan. Saya juga belajar dari pemikiran teman-teman mahasiswa lainnya. Saya belajar bahwa  untuk menjadi berguna tidak hanya dibutuhkan ilmu, namun juga hati yang tekun.

 

Oleh : Regina

Mahasiswi Program Sastra Inggris UK Petra, Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.